Minggu, 17 Mei 2020

BAB 2. RASUL-RASUL KEKASIH ALLAH SWT


KOMPETENSI DASAR

1.4Meyakini adanya rasul-rasul Allah Swt
2.4 Menunjukkan perilaku saling menolong sebagai cerminan beriman kepada rasul-rasul Allah Swt.
3.4 Menganalisis makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt.
4.4 Menyajikan kaitan antara iman kepada rasul-rasul Allah Swt dengan keteguhan dalam bertauhid, toleransi, ketaatan, dan kecintaan kepada Allah 



Materi  Ajar
Keimanan seseorang itu tidak sah sampai ia mengimani semua nabi dan rasul Allah Subhanahuwata’ala. dan membenarkan bahwa Allah Subhanahuwata’ala. telah mengutus mereka untuk membimbing dan mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya kebenaran. Allah Subhanahuwata’ala. juga mewajibkan setiap orang Islam supaya beriman kepada semua rasul yang diutus oleh-Nya, tanpa membeda-bedakan antara rasul yang satu dan yang lainnya. Di antara para rasul itu, ada yang diceritakan dalam al-Qur’ān dan ada pula yang tidak diceritakan. Adapun rasul-rasul yang diceritakan dalam al-Qur’ān berjumlah dua puluh lima orang. Pada setiap umat pasti ada rasul sebagai teladan hidup yang harus diikuti ajarannya dan diteladani jejaknya.
Firman Allah Subhanahuwata’ala.:
Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur’ān) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.” (Q.S. al-Baqarah/2: 285)
Pada setiap umat, Allah pasti mengutus seorang rasul. Rasul diutus oleh Allah Subhanahuwata’ala. Untuk membimbing umat manusia agar berjalan dalam rel yang benar. Yang sering terjadi adalah ketika masih ada rasul, mereka masih mengikuti ajarannya, tetapi ketika rasul tidak ada, umat mulai menjauhi ajarannya. Bahkan, ada yang mengaku dirinya sebagai nabi dan rasul. Kamu diminta mengkritisi perilaku berikut ini dari beberapa sudut pandang!  (contoh dari sisi agama, sosial, budaya, dan sebagainya) :
1.   Beberapa tahun yang lalu di negeri kita ada seorang perempuan yang mengaku dirinya nabi. Ada pula seorang laki-laki yang mengaku telah menerima wahyu dari Allah Subhanahuwata’ala. Ia meyakini pernah bertemu Malaikat Jibril, kemudian diberi wahyu. Atas keyakinannya itu, ia memproklamirkan dirinya sebagai utusan Allah Subhanahuwata’ala. pada jamaahnya. Sebagian besar jamaahnya memercayai, akan tetapi ketika berita ini muncul ke permukaan di luar jamaahnya, banyak masyarakat yang menentangnya dan bahkan menuduh telah menodai agama.
2.   Sekelompok pengajian menegaskan bahwa kelompok pengajiannya itu bersandar pada cara-cara Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam. melakukan dakwah. Kelompok ini mendeklarasikan bahwa apa yang dilakukan di pengajiannya sesuai dengan apa yang dilakukan Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam., tetapi kegiatan di dalam pengajian tersebut mengolok-olok kelompok lain dengan menganggap Islamnya batal/tidak sah.
Mempea
A.  Pengertian Iman kepada Rasul-Rasul Allah Subhanahuwata’ala
Iman kepada rasul berarti meyakini bahwa rasul itu benar-benar utusan Allah Subhanahuwata’ala. yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat. Nabi Rasul Manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah Subhanahuwata’ala. Untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya. Manusia pilihan Allah Subhanahuwata’ala. Yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan firman-firman- Nya kepada umat manusia agar dijadikan pedoman hidup.
Mengimani rasul-rasul Allah Subhanahuwata’ala. merupakan kewajiban hakiki bagi seorang muslim karena merupakan bagian dari rukun iman yang tidak dapat ditinggalkan. Sebagai perwujudan iman tersebut, kita wajib menerima ajaran yang dibawa rasul-rasul Allah Subhanahuwata’ala. tersebut. Perintah beriman kepada rasul Allah terdapat dalam surah an-Nisā/4: 136.
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’ān) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh. (Q.S. an-Nisā/4: 136)
Imam Ahmad meriwayatkan hadis dari Abi Zar r.a. bahwa Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam. ketika ditanya tentang jumlah para nabi, beliau menjawab, “ Jumlah para nabi itu adalah 124.000 nabi, sedangkan jumlah rasul 315. Sementara At-Turmuzy meriwayatkan hadis dari Abi Zar r.a. juga, menjelaskan bahwa Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam. menjawab, “Jumlah para nabi itu adalah 124.000 nabi, sedangkan jumlah rasul 312.”Jumlah nabi yang mendapat gelar ulul azmi ada lima, yaitu: Nabi Nuh as., Ibrahim as., Musa as., Isa as., dan Muhammad sholallohu’alaihiwasssalam.
A.  Sifat Rasul-Rasul Allah Subhanahuwata’ala.
Rasul sebagai utusan Allah Subhanahuwata’ala. memiliki sifat-sifat yang melekat pada dirinya. Sifat-sifat ini sebagai bentuk kebenaran seorang rasul. Sifat-sifat tersebut adalah sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz.
1.     Sifat Wajib
Sifat wajib artinya sifat yang pasti ada pada rasul. Tidak bisa disebut seorang rasul jika tidak memiliki sifat-sifat ini. Sifat wajib ini ada 4, yaitu seperti berikut.
a.   As-Siddiq
As-Siddiq, yaitu rasul selalu benar. Apa yang dikatakan Nabi Ibrahim as. Kepada bapaknya adalah perkataan yang benar. Apa yang disembah oleh bapaknya adalah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan mudarat, jauhilah. Peristiwa ini diabadikan pada Q.S. Maryam/19: 41, berikut ini:
Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam kitab (al-Qur’ān), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan seorang nabi.” (Q.S. Maryam/19: 41)
b.   Al-Amānah
Al-Amānah, yaitu rasul selalu dapat dipercaya. Di saat kaum Nabi Nuh as. mendustakan apa yang dibawa oleh Nabi Nuh as. lalu Allah Subhanahuwata’ala. Menegaskan bahwa Nuh as., adalah orang yang terpercaya (amanah). Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. asy-Syu’āra/26 106-107 berikut ini:
Artinya: “Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.” (Q.S. asy-Syu’āra/26: 106-107)
c.   At-Tablig
At-Tablig, yaitu rasul selalu meyampaikan wahyu. Tidak ada satu pun ayat yang disembunyikan Nabi Muhammad sholallohu’alaihiwasssalam. dan tidak disampaikan kepada umatnya. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Ali bin Abi Talib ditanya tentang wahyu yang tidak terdapat dalam al-Qur’ān, Ali pun menegaskan bahwa  “Demi Zat yang membelah biji dan melepas napas, tiada yang disembunyikan kecuali pemahaman seseorang terhadap al-Qur’ān.”
Penjelasan ini terkait dengan Q.S. al-Māidah/5: 67 berikut ini.
Artinya:“Wahai rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (Q.S. al-Māidah/5: 67)
d.   Al-Faānah
Al-Fatānah, yaitu rasul memiliki kecerdasan yang tinggi. Ketika terjadi perselisihan antara kelompok kabilah di Mekah, setiap kelompok memaksakan kehendak untuk meletakkan al- Hajār al-Aswād (batu hitam) di atas Ka’bah, lalu Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam. menengahi dengan cara semua kelompok yang bersengketa agar memegang ujung dari kain itu. Kemudian, Nabi meletakkan batu itu di tengahnya, dan mereka semua mengangkat hingga sampai di atas Ka’bah. Sungguh cerdas Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam.

Kecerdasan Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam.
Al-kisah, sehabis kaum Quraisy membangun Ka’bah bersama Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam., mereka berselisih dan bertengkar antara satu suku dan suku lainnya soal siapa yang berhak untuk meletakkan Hajar Aswad di tempatnya semula. Masing-masing merasa lebih berhak daripada yang lain dan tidak ada yang mau mengalah. Kemudian, mereka sepakat untuk mencari juru penengah. Mereka bersepakat siapa saja yang pertama kali muncul di jalan besar, dialah juru penengahnya. Tiba-tiba mereka melihat ada seorang yang muncul di jalan besar. Ternyata beliau adalah Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam. “Telah datang wahai orang terpercaya al-Amin,” kata mereka. Kemudian, mereka menceritakan apa yang jadi persoalan mereka selama ini. Maka, Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam. meletakkan Hajar Aswad di atas kain dan mengundang para pemimpin mereka untuk memagang ujung-ujung kain itu dan diangkat bersama-sama, kemudian Rasulullah mengambil dan meletakkan Hajar Aswad ke tempat semula. Sungguh jalan keluar dan penyelesaian yang sangat cerdas yang diperlihatkan Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam. di hadapan kelompok yang bertengkar. (Riwayat Imam Ahmad dan Abu Ishaq) (Diambil dari Cermin Bening Kisah-kisah Teladan Jilid-1, Fathurrahman al-Munawwar)

2.     Sifat Mustahil
Sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin ada pada rasul. Sifat mustahil ini lawan dari sifat wajib, yaitu seperti berikut.
a.     Al-Kiẓẓib
Al-Kizzib, yaitu mustahil rasul itu bohong atau dusta. Semua perkataan dan perbuatan rasul tidak pernah bohong atau dusta.
Artinya: “Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru, dan tidaklah yang diucapkan itu (al-Qur’ān) menurut keinginannya tidak lain (al-Qur’ān) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (Q.S an-Najm/53: 2-4)
b.     Al-Khiānah
Al-Khiānah, yaitu mustahil rasul itu khianat. Semua yang diamanatkan kepadanya pasti dilaksanakan.
Artinya: “Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (Q.S al-An’ām/6: 106)
c.      Al-Kitmān
Al-Kitmān, yaitu mustahil rasul menyembunyikan kebenaran. Setiap firman yang ia terima dari Allah Subhanahuwata’ala. pasti ia sampaikan kepada umatnya.
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang di wahyukan kepadaku. Katakanlah, Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya).” (Q.S. al-An’ām/6: 50)
d.    Al-Balādah
Al-Balādah yaitu mustahil rasul itu bodoh. Meskipun Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam. Tidak bisa membaca dan menulis (ummi) tetapi ia pandai.
Artinya: “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta janganlah pedulikan orang-orang yang bodoh.” (Q.S al- A’rāf/7: 199)

3.     Sifat Jāiz
Sifat jāiz bagi rasul adalah sifat kemanusiaan, yaitu al-ardul basyariyah, artinya rasul memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa seperti rasa lapar, haus, sakit, tidur, sedih, senang, berkeluarga dan lain sebagainya. Bahkan seorang rasul tetap meninggal sebagai mana makhluk lainnya.
Di samping rasul memiliki sifat wajib dan juga lawannya, yaitu sifat mustahil, rasul juga memiliki sifat jāiz, tentu saja sifat jāiz-nya rasul dengan sifat jaiznya Allah Subhanahuwata’ala. sangat berbeda. Allah Subhanahuwata’ala. berfirman:
Artinya: “...(orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan seperti apa yang kamu makan dan dia minum seperti apa yang kamu minum.” (Q.S. al-Mu’minūn/23: 33)
Selain tersebut di atas, rasul juga memiliki sifat-sifat yang tidak terdapat pada selain rasul, yaitu seperti berikut.
1.   Ishmaturrasūl adalah orang yang ma’shum, terlindung dari dosa dan salah dalam kemampuan pemahaman agama, ketaatan, dan menyampaikan wahyu Allah Subhanahuwata’ala. sehingga selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apa pun.
2.   Iltizamurrasūl adalah orang-orang yang selalu komitmen dengan apa pun yang mereka ajarkan. Mereka bekerja dan berdakwah sesuai dengan arahan dan perintah Allah Subhanahuwata’ala. meskipun untuk menjalankan perintah Allah Subhanahuwata’ala. Itu harus berhadapan dengan tantangan-tantangan yang berat baik dari dalam diri pribadinya maupun dari para musuhnya. Rasul tidak pernah sejengkal pun menghindar atau mundur dari perintah Allah Subhanahuwata’ala.

A.  Tugas Rasul-Rasul Allah Subhanahuwata’ala.
Para rasul dipilih oleh Allah Subhanahuwata’ala. dengan mengemban tugas yang tidak ringan. Di antara tugas-tugas rasul itu adalah sebagai berikut.
1.     Menyampaikan risalah dari Allah Subhanahuwata’ala.
2.     Mengajak kepada tauhid, yaitu mengajak umatnya untuk meng-esa-kan Allah Subhanahuwata’ala. dan menjauhi perilaku musyrik (menyekutukan Allah).
3.     Memberi kabar gembira kepada orang mukmin dan memberi peringatan kepada orang kafir.
4.     Menunjukkan jalan yang lurus.
5.     Memberisihkan dan menyucikan jiwa manusia serta mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah.
6.     Sebagai hujjah bagi manusia.

B.  Hikmah Beriman kepada Rasul-Rasul Allah Subhanahuwata’ala.
Pentingnya orang Islam beriman kepada rasul bukan tanpa alasan. Di samping karena diperintahkan oleh Allah Subhanahuwata’ala., juga ada manfaat dan hikmah yang dapat diambil dari beriman kepada rasul. Di antara manfaat dan hikmah beriman kepada rasul adalah sebagai berikut.
1.      Makin sempurna imannya.
2.      Terdorong untuk menjadikan contoh dalam hidupnya.
3.      Terdorong untuk melakukan perilaku sosial yang baik.
4.      Memiliki teladan dalam hidupnya.
Firman Allah Subhanahuwata’ala:
Artinya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah”. (Q.S. al-Ahzāb/33: 21)
1.     Mencintai para rasul dengan cara mengikuti dan mengamalkan ajarannya. Firman Allah Subhanahuwata’ala.: Artinya : “Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S. Āli Imrān/3:31)
2.     Mengetahui hakikat dirinya bahwa ia diciptakan Allah Subhanahuwata’ala. untuk mengabdi kepada-Nya. Firman Allah Subhanahuwata’ala. Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Q.S. a-āriyāt/51: 56)

E.  Keterkaitan Antara Iman kepada Rasul-rasul Allah Swt dengan Keteguhan dalam Bertauhid, Toleransi, Ketaatan, dan Kecintaan kepada Allah Swt.
Perilaku mulia yang dicerminkan oleh orang yang beriman kepada rasul adalah seperti berikut.
1.   Menjunjung tinggi risalah (ajaran Allah Subhanahuwata’ala. yang disampaikan rasul-Nya). Allah Subhanahuwata’ala. berfirman: Artinya: “...Apa yang diberikan rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukuman-Nya.” (Q.S. al-Hasyr/59: 7)
2.   Melaksanakan seruannya untuk beribadah hanya kepada Allah Subhanahuwata’ala. Firman Allah Subhanahuwata’ala.: Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun...” (Q.S. an-Nisā/4: 36)
3.   Giat dan rajin bekerja mencari rezeki yang halal, sesuai dengan keahliannya. Orang-orang yang beriman kepada rasul tidak akan menjadi orang-orang yang malas bekerja, duduk berpangku tangan, tidak mau berusaha sehingga hidupnya menjadi beban orang lain. Mereka menyadari bahwa memenuhi kebutuhan diri sendiri jauh lebih terhormat daripada karena belas kasihan dan pertolongan orang lain.
4.   Selalu mengingat, memahami, dan berperilaku sesuai dengan tuntunan Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam.
5.   Melakukan usaha-usaha agar kualitas hidupnya meningkat ke derajat yang lebih tinggi. Usaha-usaha itu, misalnya seperti berikut.
a.   Memelihara dan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subhanahuwata’ala.
b.   Memelihara dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani.
c.   Meningkatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Misalnya, ilmu pengetahuan tentang pertanian, perikanan, peternakan, teknologi, kedokteran, perdagangan, industri, transportasi, dan ekonomi. Ilmu-ilmu pengetahuan tersebut hendaknya digunakan sebagai bekal dalam beribadah dan usaha menyejahterakan umat manusia. Allah Subhanahuwata’ala. berfirman:
 Artinya: “...niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan”. (Q.S al- Mujādilah/58: 11)
6.     Terus berdakwah agar ajaran yang dibawa rasul tidak sirna.

TUGAS MANDIRI

Tuliskan sifat-sifat wajib, mustahil dan jaiz para rasul, berikut maknanya ..!

KERJAKAN ..!

UJI KOMPETENSI 

A.  Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e yang dianggap sebagai jawaban yang paling tepat!
1.      Kesesuaian antara ucapan, perbuatan,dan keadaan jiwa seseorang disebut….
a.   Siddiq                                    c. Tabligh                                              e. Namimah
b.   Amanah                                  d.  Fatanah
2.      Cerdas dan bijaksana arti dari sifat….
a.   Siddiq                                    c. Tabligh                                              e. Namimah
b.   Amanah                                  d. Fatanah
3.      Berikut ini nabi yang termasuk ulul azmi, yaitu …
a.     Nabi Ismail a.s                       c. Nabi Harun a.s                                  e. Nabi Daud a.s
b.     Nabi Isa a.s                           d. Nabi Adam a.s
4.      Nabi yang menerima kitab Taurat adalah …
a.     Nabi Musa a.s                       c. Nabi Daud a.s                                    e. Nabi Zakaria a.s
b.     Nabi Isa a.s                           d. Nabi Muhammad sholallohu’alaihi wassalam
5.      Nabi yang masa kecilnya dibuang ke sumur oleh kakaknya adalah …
a.     Nabi Musa a.s                       c. Nabi Daud a.s                                    e. Nabi Zakaria a.s
b.     Nabi Isa a.s                           d. Nabi Muhammad sholallohu’alaihi wassalam
6.      Rosul itu terpelihara dari perbuatan dosa. Terpelihara itu disebut …
a.     Maqbul                                  c. Muhsin                                              e. Maksum
b.     Masyhud                               d. Mukhlis
7.      Arti “Rosul” menurut bahasa adalah ….
a.     Surat                                     c. Orang suci                                         e. Utusan
b.     Wakil Allah                            d. Risalah

8.      Ulul Azmi maksudnya bahwa para Rosul memiliki….
a.     Segudang ilmu                     c. Kebijaksanaan                                   e. Mukjizat
b.     Kecerdasan                          d. Keuletan dan Kesabaran
9.      Salah satu cara beriman kepada rosul yaitu mengikuti jejaknya. Jejak yang dimaksud adalah….
a.     Fikih                                      c. Ibadah                                               e. Tauhid
b.     Akhlak                                   d. Hadis
10.    Rosulullah disebut “Ummi” artinya …
a.     Tidak dapat berbicara                         d. Tidak dapat mendengar
b.     Tidak dapat menulis dan membaca                 e. Suka menghafal
c.     Suka menyembunyikan
11.   Diantara para rasul yang memiliki keteguhan hati yang tinggi dan ketabahan yang luar biasa. Para rasul tersebut mendapatkan gelar ….
a. ulul amri                                   c. ulul ilmi                                             e. ulul albab
b. ulul azmi                                  d. ulul mal
12.  
Maksud dari ayat diatas adalah ….
a. Nabi Muhammad saw. diutus untuk untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam
b. setiap umat pasti didalamnya iutus seorang rasul
c. para rasul diangkat untuk umatnya masing-masing
d. para rasul diutus dengan membawa ajaran tauhid
e. para rasul diutus untuk membawa rahmat
13.   Para rasul harus menyampaikan wahyu yang diterimanya dari Allah swt., tidak mungkin mereka menyembunyikannya. Oleh karena itu, mereka mustahil memiliki sifat ….
a. kitman                                     c. khianat                                  e. kizib
b. baladah                                   d. sum’ah
14.   Meskipun syariat yang dibawa para rasul berbeda-beda, akan tetapi ajaran pokoknya sama, yaitu….
a. munakahat                               c. muamalah                              e. ajaran tauhid
b. salat dan puasa                       d. ibadah
15.   Nabi Muhammad saw. disebut juga “khamatul anbiya” artinya …
a. penyempurna para nabi            c. pembimbing para nabi            e. pendahulu para nabi
b. pemimpin para nabi                  d. penutup para nabi
16.   Rasul itu terpelihara dari perbutan dosa. Terpelihara itu disebut ….
a. maqbul                                    c. muhsin                                  e. maksum
b. masyhud                                 d. mukhlis
17.   Beriman kepada rasul Allah merupakan rukun iman yang ke ….
a. satu                                         c. tiga                                       e. lima
b. dua                                         d. empat
18.   Ulul Azmi maksudnya bahwa para rasul memiliki …
a. segudang ilmu                         c. kebijaksanaan                        e. mukjizat
b. kecerdasan                              d. kesabaran dan keteguhan hati
19.   Nabi yang menerima kitab Taurat adalah ….
a. Nabi Musa a.s                          c. Nabi Daud a.s                       e. Nabi Zakaria a.s
b. Nabi Isa a.s                             d. Nabi Muhammad a.s
20.   Salah satu cara beriman kepada rasul yaitu mengikuti jejaknya. Jejak yang dimaksud adalah ….
a. fikih                                         c. ibadah                                   e. tauhid
b. akhlak                                     d. hadis

KERJAKAN ..!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar