KOMPETENSI DASAR
1.4Meyakini adanya rasul-rasul Allah Swt
2.4 Menunjukkan perilaku saling menolong sebagai cerminan beriman
kepada rasul-rasul Allah Swt.
3.4 Menganalisis makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt.
4.4 Menyajikan kaitan antara
iman kepada rasul-rasul Allah Swt dengan keteguhan dalam bertauhid, toleransi,
ketaatan, dan kecintaan kepada Allah
Materi Ajar
Keimanan seseorang itu tidak sah sampai ia mengimani
semua nabi dan rasul Allah Subhanahuwata’ala. dan membenarkan bahwa Allah
Subhanahuwata’ala. telah mengutus mereka untuk membimbing dan mengeluarkan
manusia dari kegelapan kepada cahaya kebenaran. Allah Subhanahuwata’ala. juga
mewajibkan setiap orang Islam supaya beriman kepada semua rasul yang diutus
oleh-Nya, tanpa membeda-bedakan antara rasul yang satu dan yang lainnya. Di
antara para rasul itu, ada yang diceritakan dalam al-Qur’ān dan ada pula
yang tidak diceritakan. Adapun rasul-rasul yang diceritakan dalam al-Qur’ān berjumlah
dua puluh lima orang. Pada setiap umat pasti ada rasul sebagai teladan hidup
yang harus diikuti ajarannya dan diteladani jejaknya.
Firman Allah Subhanahuwata’ala.:
Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan
kepadanya (al-Qur’ān) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman.
Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan
rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari
rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah
kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.” (Q.S. al-Baqarah/2:
285)
Pada setiap umat, Allah pasti mengutus seorang rasul.
Rasul diutus oleh Allah Subhanahuwata’ala. Untuk membimbing umat manusia agar
berjalan dalam rel yang benar. Yang sering terjadi adalah ketika masih ada
rasul, mereka masih mengikuti ajarannya, tetapi ketika rasul tidak ada, umat
mulai menjauhi ajarannya. Bahkan, ada yang mengaku dirinya sebagai nabi dan
rasul. Kamu diminta mengkritisi perilaku berikut ini dari beberapa sudut
pandang! (contoh dari sisi agama,
sosial, budaya, dan sebagainya) :
1.
Beberapa tahun yang lalu di negeri kita ada seorang perempuan yang
mengaku dirinya nabi. Ada pula seorang laki-laki yang mengaku telah menerima
wahyu dari Allah Subhanahuwata’ala. Ia meyakini pernah bertemu Malaikat Jibril,
kemudian diberi wahyu. Atas keyakinannya itu, ia memproklamirkan dirinya
sebagai utusan Allah Subhanahuwata’ala. pada jamaahnya. Sebagian besar
jamaahnya memercayai, akan tetapi ketika berita ini muncul ke permukaan di luar
jamaahnya, banyak masyarakat yang menentangnya dan bahkan menuduh telah menodai
agama.
2.
Sekelompok pengajian menegaskan bahwa kelompok pengajiannya itu
bersandar pada cara-cara Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam. melakukan
dakwah. Kelompok ini mendeklarasikan bahwa apa yang dilakukan di pengajiannya
sesuai dengan apa yang dilakukan Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam., tetapi
kegiatan di dalam pengajian tersebut mengolok-olok kelompok lain dengan
menganggap Islamnya batal/tidak sah.
Mempea
A. Pengertian Iman kepada Rasul-Rasul Allah
Subhanahuwata’ala
Iman kepada rasul berarti meyakini bahwa rasul itu benar-benar
utusan Allah Subhanahuwata’ala. yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke
jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat. Nabi Rasul Manusia pilihan
yang diberi wahyu oleh Allah Subhanahuwata’ala. Untuk dirinya sendiri dan tidak
mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya. Manusia pilihan Allah
Subhanahuwata’ala. Yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan
firman-firman- Nya kepada umat manusia agar dijadikan pedoman hidup.
Mengimani rasul-rasul Allah Subhanahuwata’ala. merupakan kewajiban
hakiki bagi seorang muslim karena merupakan bagian dari rukun iman yang tidak
dapat ditinggalkan. Sebagai perwujudan iman tersebut, kita wajib menerima
ajaran yang dibawa rasul-rasul Allah Subhanahuwata’ala. tersebut. Perintah
beriman kepada rasul Allah terdapat dalam surah an-Nisā/4: 136.
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’ān) yang
diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya.
Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,
rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat
sangat jauh. (Q.S. an-Nisā/4: 136)
Imam
Ahmad meriwayatkan hadis dari Abi Zar r.a. bahwa Rasulullah
sholallohu’alaihiwasssalam. ketika ditanya tentang jumlah para nabi, beliau
menjawab, “ Jumlah para nabi itu adalah 124.000 nabi, sedangkan jumlah rasul
315. Sementara At-Turmuzy meriwayatkan hadis dari Abi Zar r.a. juga, menjelaskan
bahwa Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam. menjawab, “Jumlah para nabi itu adalah
124.000 nabi, sedangkan jumlah rasul 312.”Jumlah nabi yang mendapat gelar ulul
azmi ada lima, yaitu: Nabi Nuh as., Ibrahim as., Musa as., Isa as., dan
Muhammad sholallohu’alaihiwasssalam.
A. Sifat Rasul-Rasul Allah Subhanahuwata’ala.
Rasul sebagai utusan Allah Subhanahuwata’ala. memiliki sifat-sifat
yang melekat pada dirinya. Sifat-sifat ini sebagai bentuk kebenaran seorang
rasul. Sifat-sifat tersebut adalah sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz.
1.
Sifat
Wajib
Sifat wajib artinya sifat yang pasti ada pada rasul. Tidak bisa
disebut seorang rasul jika tidak memiliki sifat-sifat ini. Sifat wajib ini ada
4, yaitu seperti berikut.
a. As-Siddiq
As-Siddiq, yaitu rasul
selalu benar. Apa yang dikatakan Nabi Ibrahim as. Kepada bapaknya adalah
perkataan yang benar. Apa yang disembah oleh bapaknya adalah sesuatu yang tidak
memberi manfaat dan mudarat, jauhilah. Peristiwa ini diabadikan pada Q.S.
Maryam/19: 41, berikut ini:
Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam
kitab (al-Qur’ān), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan
seorang nabi.” (Q.S. Maryam/19: 41)
b. Al-Amānah
Al-Amānah, yaitu rasul selalu
dapat dipercaya. Di saat kaum Nabi Nuh as. mendustakan apa yang dibawa oleh
Nabi Nuh as. lalu Allah Subhanahuwata’ala. Menegaskan bahwa Nuh as., adalah
orang yang terpercaya (amanah). Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S.
asy-Syu’āra/26 106-107 berikut ini:
Artinya: “Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka,
“Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan
(yang diutus) kepadamu.” (Q.S. asy-Syu’āra/26: 106-107)
c. At-Tablig
At-Tablig, yaitu rasul
selalu meyampaikan wahyu. Tidak ada satu pun ayat yang disembunyikan Nabi
Muhammad sholallohu’alaihiwasssalam. dan tidak disampaikan kepada umatnya.
Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Ali bin Abi Talib ditanya tentang wahyu
yang tidak terdapat dalam al-Qur’ān, Ali pun menegaskan bahwa “Demi Zat yang membelah biji dan melepas
napas, tiada yang disembunyikan kecuali pemahaman seseorang terhadap
al-Qur’ān.”
Penjelasan ini terkait dengan Q.S. al-Māidah/5: 67 berikut
ini.
Artinya:“Wahai rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu
kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau
tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan)
manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (Q.S.
al-Māidah/5: 67)
d. Al-Faṭānah
Al-Fatānah, yaitu rasul memiliki
kecerdasan yang tinggi. Ketika terjadi perselisihan antara kelompok kabilah di
Mekah, setiap kelompok memaksakan kehendak untuk meletakkan al- Hajār
al-Aswād (batu hitam) di atas Ka’bah, lalu Rasulullah
sholallohu’alaihiwasssalam. menengahi dengan cara semua kelompok yang
bersengketa agar memegang ujung dari kain itu. Kemudian, Nabi meletakkan batu
itu di tengahnya, dan mereka semua mengangkat hingga sampai di atas Ka’bah.
Sungguh cerdas Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam.
Kecerdasan
Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam.
Al-kisah, sehabis kaum Quraisy membangun Ka’bah bersama Rasulullah
sholallohu’alaihiwasssalam., mereka berselisih dan bertengkar antara satu suku
dan suku lainnya soal siapa yang berhak untuk meletakkan Hajar Aswad di
tempatnya semula. Masing-masing merasa lebih berhak daripada yang lain dan
tidak ada yang mau mengalah. Kemudian, mereka sepakat untuk mencari juru
penengah. Mereka bersepakat siapa saja yang pertama kali muncul di jalan besar,
dialah juru penengahnya. Tiba-tiba mereka melihat ada seorang yang muncul di
jalan besar. Ternyata beliau adalah Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam.
“Telah datang wahai orang terpercaya al-Amin,” kata mereka. Kemudian,
mereka menceritakan apa yang jadi persoalan mereka selama ini. Maka, Rasulullah
sholallohu’alaihiwasssalam. meletakkan Hajar Aswad di atas kain dan mengundang
para pemimpin mereka untuk memagang ujung-ujung kain itu dan diangkat
bersama-sama, kemudian Rasulullah mengambil dan meletakkan Hajar Aswad ke
tempat semula. Sungguh jalan keluar dan penyelesaian yang sangat cerdas yang
diperlihatkan Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam. di hadapan kelompok yang
bertengkar. (Riwayat Imam Ahmad dan Abu Ishaq) (Diambil dari Cermin Bening
Kisah-kisah Teladan Jilid-1, Fathurrahman al-Munawwar)
2.
Sifat
Mustahil
Sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin ada pada rasul.
Sifat mustahil ini lawan dari sifat wajib, yaitu seperti berikut.
a. Al-Kiẓẓib
Al-Kizzib, yaitu mustahil rasul
itu bohong atau dusta. Semua perkataan dan perbuatan rasul tidak pernah bohong
atau dusta.
Artinya: “Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula)
keliru, dan tidaklah yang diucapkan itu (al-Qur’ān) menurut keinginannya tidak
lain (al-Qur’ān) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (Q.S an-Najm/53:
2-4)
b. Al-Khiānah
Al-Khiānah, yaitu mustahil rasul
itu khianat. Semua yang diamanatkan kepadanya pasti dilaksanakan.
Artinya: “Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu
(Muhammad), tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.”
(Q.S al-An’ām/6: 106)
c. Al-Kitmān
Al-Kitmān, yaitu mustahil rasul
menyembunyikan kebenaran. Setiap firman yang ia terima dari Allah
Subhanahuwata’ala. pasti ia sampaikan kepada umatnya.
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan kepadamu
bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan
aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti
apa yang di wahyukan kepadaku. Katakanlah, Apakah sama orang yang buta dengan
orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya).” (Q.S. al-An’ām/6: 50)
d. Al-Balādah
Al-Balādah yaitu mustahil rasul itu
bodoh. Meskipun Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam. Tidak bisa membaca dan
menulis (ummi) tetapi ia pandai.
Artinya: “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang
makruf, serta janganlah pedulikan orang-orang yang bodoh.” (Q.S al-
A’rāf/7: 199)
3.
Sifat
Jāiz
Sifat
jāiz bagi rasul adalah sifat kemanusiaan, yaitu al-ardul basyariyah,
artinya rasul memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa seperti rasa
lapar, haus, sakit, tidur, sedih, senang, berkeluarga dan lain sebagainya.
Bahkan seorang rasul tetap meninggal sebagai mana makhluk lainnya.
Di samping rasul memiliki sifat wajib dan juga lawannya, yaitu
sifat mustahil, rasul juga memiliki sifat jāiz, tentu saja sifat jāiz-nya
rasul dengan sifat jaiznya Allah Subhanahuwata’ala. sangat berbeda. Allah
Subhanahuwata’ala. berfirman:
Artinya: “...(orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti
kamu, dia makan seperti apa yang kamu makan dan dia minum seperti apa yang kamu
minum.” (Q.S. al-Mu’minūn/23: 33)
Selain tersebut di atas, rasul juga memiliki sifat-sifat yang
tidak terdapat pada selain rasul, yaitu seperti berikut.
1.
Ishmaturrasūl adalah
orang yang ma’shum, terlindung dari dosa dan salah dalam kemampuan
pemahaman agama, ketaatan, dan menyampaikan wahyu Allah Subhanahuwata’ala.
sehingga selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apa pun.
2.
Iltizamurrasūl adalah
orang-orang yang selalu komitmen dengan apa pun yang mereka ajarkan. Mereka
bekerja dan berdakwah sesuai dengan arahan dan perintah Allah
Subhanahuwata’ala. meskipun untuk menjalankan perintah Allah Subhanahuwata’ala.
Itu harus berhadapan dengan tantangan-tantangan yang berat baik dari dalam diri
pribadinya maupun dari para musuhnya. Rasul tidak pernah sejengkal pun
menghindar atau mundur dari perintah Allah Subhanahuwata’ala.
A. Tugas Rasul-Rasul Allah Subhanahuwata’ala.
Para rasul dipilih oleh Allah Subhanahuwata’ala. dengan mengemban
tugas yang tidak ringan. Di antara tugas-tugas rasul itu adalah sebagai
berikut.
1.
Menyampaikan risalah dari Allah Subhanahuwata’ala.
2.
Mengajak kepada tauhid, yaitu mengajak umatnya untuk meng-esa-kan
Allah Subhanahuwata’ala. dan menjauhi perilaku musyrik (menyekutukan Allah).
3.
Memberi kabar gembira kepada orang mukmin dan memberi peringatan
kepada orang kafir.
4.
Menunjukkan jalan yang lurus.
5.
Memberisihkan dan menyucikan jiwa manusia serta mengajarkan kepada
mereka kitab dan hikmah.
6.
Sebagai hujjah bagi manusia.
B. Hikmah Beriman kepada Rasul-Rasul Allah
Subhanahuwata’ala.
Pentingnya orang Islam beriman kepada rasul bukan tanpa alasan. Di
samping karena diperintahkan oleh Allah Subhanahuwata’ala., juga ada manfaat
dan hikmah yang dapat diambil dari beriman kepada rasul. Di antara manfaat dan
hikmah beriman kepada rasul adalah sebagai berikut.
1.
Makin sempurna imannya.
2.
Terdorong untuk menjadikan contoh dalam hidupnya.
3.
Terdorong untuk melakukan perilaku sosial yang baik.
4.
Memiliki teladan dalam hidupnya.
Firman Allah Subhanahuwata’ala:
Artinya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah”. (Q.S. al-Ahzāb/33:
21)
1.
Mencintai para rasul dengan cara mengikuti dan mengamalkan
ajarannya. Firman Allah Subhanahuwata’ala.: Artinya : “Katakanlah (Muhammad),
“Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan
mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S. Āli
Imrān/3:31)
2.
Mengetahui hakikat dirinya bahwa ia diciptakan Allah
Subhanahuwata’ala. untuk mengabdi kepada-Nya. Firman Allah Subhanahuwata’ala.
Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka
beribadah kepada-Ku.” (Q.S. aẓ-Ẓāriyāt/51: 56)
E. Keterkaitan Antara Iman
kepada Rasul-rasul Allah Swt dengan Keteguhan dalam Bertauhid, Toleransi,
Ketaatan, dan Kecintaan kepada Allah Swt.
Perilaku mulia yang dicerminkan oleh orang yang beriman kepada
rasul adalah seperti berikut.
1.
Menjunjung tinggi risalah (ajaran Allah Subhanahuwata’ala. yang
disampaikan rasul-Nya). Allah Subhanahuwata’ala. berfirman: Artinya: “...Apa
yang diberikan rasul kepadamu, maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu,
maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras
hukuman-Nya.” (Q.S. al-Hasyr/59: 7)
2.
Melaksanakan seruannya untuk beribadah hanya kepada Allah
Subhanahuwata’ala. Firman Allah Subhanahuwata’ala.: Artinya: “Sembahlah
Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun...” (Q.S.
an-Nisā/4: 36)
3.
Giat dan rajin bekerja mencari rezeki yang halal, sesuai dengan
keahliannya. Orang-orang yang beriman kepada rasul tidak akan menjadi
orang-orang yang malas bekerja, duduk berpangku tangan, tidak mau berusaha
sehingga hidupnya menjadi beban orang lain. Mereka menyadari bahwa memenuhi
kebutuhan diri sendiri jauh lebih terhormat daripada karena belas kasihan dan
pertolongan orang lain.
4.
Selalu mengingat, memahami, dan berperilaku sesuai dengan tuntunan
Rasulullah sholallohu’alaihiwasssalam.
5.
Melakukan usaha-usaha agar kualitas hidupnya meningkat ke derajat
yang lebih tinggi. Usaha-usaha itu, misalnya seperti berikut.
a.
Memelihara dan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah
Subhanahuwata’ala.
b.
Memelihara dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani.
c. Meningkatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat.
Misalnya, ilmu pengetahuan tentang pertanian, perikanan, peternakan, teknologi,
kedokteran, perdagangan, industri, transportasi, dan ekonomi. Ilmu-ilmu
pengetahuan tersebut hendaknya digunakan sebagai bekal dalam beribadah dan
usaha menyejahterakan umat manusia. Allah Subhanahuwata’ala. berfirman:
Artinya:
“...niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah
Mahateliti apa yang kamu kerjakan”. (Q.S al- Mujādilah/58: 11)
6.
Terus berdakwah agar ajaran yang dibawa rasul tidak sirna.
TUGAS MANDIRI
Tuliskan sifat-sifat wajib, mustahil dan jaiz para rasul, berikut maknanya ..!
KERJAKAN ..!
UJI KOMPETENSI
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e
yang dianggap sebagai jawaban yang paling tepat!
1.
Kesesuaian
antara ucapan, perbuatan,dan keadaan jiwa seseorang disebut….
a. Siddiq c. Tabligh e.
Namimah
b. Amanah d. Fatanah
2.
Cerdas dan
bijaksana arti dari sifat….
a. Siddiq c. Tabligh e.
Namimah
b. Amanah d.
Fatanah
3.
Berikut ini
nabi yang termasuk ulul azmi, yaitu …
a. Nabi
Ismail a.s c. Nabi
Harun a.s e.
Nabi Daud a.s
b. Nabi
Isa a.s d. Nabi Adam a.s
4.
Nabi yang
menerima kitab Taurat adalah …
a. Nabi
Musa a.s c. Nabi
Daud a.s e.
Nabi Zakaria a.s
b. Nabi
Isa a.s d.
Nabi Muhammad sholallohu’alaihi wassalam
5.
Nabi yang
masa kecilnya dibuang ke sumur oleh kakaknya adalah …
a. Nabi
Musa a.s c. Nabi Daud a.s e.
Nabi Zakaria a.s
b. Nabi
Isa a.s d.
Nabi Muhammad sholallohu’alaihi wassalam
6.
Rosul itu
terpelihara dari perbuatan dosa. Terpelihara itu disebut …
a. Maqbul c. Muhsin e. Maksum
b. Masyhud d.
Mukhlis
7.
Arti “Rosul”
menurut bahasa adalah ….
a. Surat c. Orang suci e.
Utusan
b. Wakil
Allah d.
Risalah
8.
Ulul Azmi
maksudnya bahwa para Rosul memiliki….
a. Segudang
ilmu c. Kebijaksanaan e. Mukjizat
b. Kecerdasan d.
Keuletan dan Kesabaran
9.
Salah satu
cara beriman kepada rosul yaitu mengikuti jejaknya. Jejak yang dimaksud
adalah….
a. Fikih c. Ibadah e. Tauhid
b. Akhlak d. Hadis
10. Rosulullah
disebut “Ummi” artinya …
a. Tidak
dapat berbicara d.
Tidak dapat mendengar
b. Tidak
dapat menulis dan membaca e.
Suka menghafal
c. Suka
menyembunyikan
11. Diantara
para rasul yang memiliki keteguhan hati yang tinggi dan ketabahan yang luar
biasa. Para rasul tersebut mendapatkan gelar ….
a.
ulul amri c.
ulul ilmi e.
ulul albab
b.
ulul azmi d.
ulul mal
12.
Maksud
dari ayat diatas adalah ….
a.
Nabi Muhammad saw. diutus untuk untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam
b.
setiap umat pasti didalamnya iutus seorang rasul
c.
para rasul diangkat untuk umatnya masing-masing
d.
para rasul diutus dengan membawa ajaran tauhid
e.
para rasul diutus untuk membawa rahmat
13. Para
rasul harus menyampaikan wahyu yang diterimanya dari Allah swt., tidak mungkin
mereka menyembunyikannya. Oleh karena itu, mereka mustahil memiliki sifat ….
a.
kitman c.
khianat e.
kizib
b.
baladah d.
sum’ah
14. Meskipun
syariat yang dibawa para rasul berbeda-beda, akan tetapi ajaran pokoknya sama,
yaitu….
a.
munakahat c.
muamalah e.
ajaran tauhid
b.
salat dan puasa d.
ibadah
15. Nabi
Muhammad saw. disebut juga “khamatul anbiya” artinya …
a.
penyempurna para nabi c.
pembimbing para nabi e.
pendahulu para nabi
b.
pemimpin para nabi d.
penutup para nabi
16. Rasul
itu terpelihara dari perbutan dosa. Terpelihara itu disebut ….
a.
maqbul c.
muhsin e.
maksum
b.
masyhud d.
mukhlis
17. Beriman
kepada rasul Allah merupakan rukun iman yang ke ….
a.
satu c.
tiga e.
lima
b.
dua d.
empat
18. Ulul
Azmi maksudnya bahwa para rasul memiliki …
a.
segudang ilmu c.
kebijaksanaan e.
mukjizat
b.
kecerdasan d.
kesabaran dan keteguhan hati
19. Nabi
yang menerima kitab Taurat adalah ….
a.
Nabi Musa a.s c.
Nabi Daud a.s e.
Nabi Zakaria a.s
b.
Nabi Isa a.s d.
Nabi Muhammad a.s
20. Salah
satu cara beriman kepada rasul yaitu mengikuti jejaknya. Jejak yang dimaksud
adalah ….
a.
fikih c.
ibadah e.
tauhid
b.
akhlak d.
hadis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar