KOMPETENSI DASAR
1.2 Meyakini
bahwa agama mengajarkan toleransi, kerukunan, dan menghindarkan diri dari
tindak kekerasan
2.2 Bersikap toleran, rukun,
dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan sebagai implementasi pemahaman Q.S.
Yunus /10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5 : 32, serta Hadis terkait
3.2 Menganalisis makna Q.S.
Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5 : 32, serta Hadis tentang toleransi,
rukun, dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan
4.2.1Membaca Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5 : 32 sesuai
dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf
4.2.2Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S.
al-Maidah/5 : 32 dengan fasih dan lancar
4.2.3Menyajikan keterkaitan antara
kerukunan dan toleransi sesuai pesan Q.S. Yunus/10: 40-41 dengan
menghindari tindak kekerasan sesuai pesan Q.S. Al-Maidah/5: 32
MATERI AJAR
Manusia merupakan
makhluk sosial, kita semua saling membutuhkan satu sama lain, karena
masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai dengan potensi yang
dimilikinya. Dengan demikian perlu ditumbuhkan sikap toleran dan tenggang rasa
agar senantiasa saling menutupi kekurangan masing-masing.Sikap toleran tidak
memandang suku, bangsa, ras, dan agama. Di hadapan Allah SWT semua manusia
mempunyai hak dan kewajibam yang sama. Yang membedakan antara manusia yang satu
dengan manusia lainnya adalah ketaqwaannya.
Indonesia merupakan salah satu negara besar yang
jumlah penduduknya menempati urutan ke-4 di dunia.Sebagai negara besar,
Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi antar umat
beragama. Hal ini dikuatkan oleh UUD 1945 Pasal 29 Ayat 2 yang berbunyi :Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk
untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya itu.”
Islam secara
jelas mengajarkan kepada umat manusia tentang toleransi. Dengan menjunjung
tinggi nilai-nilai yang terdapat dalam toleransi, kita akan merasakan indah dan
nikmatnya hidup bermasyarakat baik seagama maupun antar agama yang diwujudkan
dalam tatanan keluarga, masyarakat, bangsa dan bernegara. Banyak ayat-ayat Al Qur’an yang menjelaskan
tentang toleransi, antara lain Surah Yunus Ayat 40-41, dan Surah Al Maidah : 32
A.
Membaca Q.S. Yunus :
40-41, Q.S. Al-Maidah : 32
Sebelum membaca Q.S. Yunus dan QS Al
Maidah : 32, bacalah dan perhatikan adab membaca Al-Qur'an.
1.
Adab Membaca Al-Qur'an
Kegiatan
membaca Al-Qur’an tidak dapat disamakan dengan kegiatan membaca koran, majalah,
atau buku lainnya. Para ulama telah menetapkan beberapa adab (etika) di dalam
membaca Al-Qur’an (bagian-1), antara lain :
Membersihkan
mulut dengan bersiwak sebelum membaca Al-Qur’an.
Membaca
Al-Qur’an di tempat yang bersih, seperti di Masjid, Mushalla, rumah, sekolah,
dan lain-lain.
Menghadap
ke kiblat.
Membaca
ta’awudz ketika akan memulai membaca Al-Qur’an.
Membaca
basmalah di permulaan tiap surat kecuali Surat At-Taubah.
2.
Q.S. Yunus : 40-41, dan
Q.S. Al Maidah : 32
a.
Surah
Yunus/10 : 40-41
Artinya :
40.
Dan
di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan di
antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan
Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
41.
Dan
jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, “Bagiku
pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa
yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu
kerjakan.” (Q.S. Yunus/10: 40-41)
b. Terjemah ayat perkata QS. al Maidah: 32 dan Yunus: 40 - 41
c. Rumusan Tajwid QS. al Maidah: 32 dan Yunus: 40 - 41
Asbabun Nuzul Al Maidah ayat 32
Bahwa
seorang sahabat yang telah dibunuh, dan sahabat lainnya hendak membalas dan
membunuh orang terebut , maka turunlah ayat ini, yang menjelaskan/memaksudkan
bahwa dalam islam boleh membunuh jika itu qishosh akan tetapi jika bukan
qishosh sama halnya membunuh semua manusia
TUGAS MANDIRI
1) Salinlah dengan benar dan rapi Q.S. Yunus :
40-41, dan Q.S. Al Maidah : 32 ke tempat berikut!
Jawab
:
1.
Q.S. Yunus : 40-41
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
2. Q.S. Al Maidah : 32
_________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
KERJAKAN ..!
B. Penjelasan Isi
Kandungan Q.S. Yunus : 40-41, Q.S. Al
Maidah : 32
1) Q.S. Yunus/10 : 40-41
Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan tentang sikap
manusia dalam menerima Al-Qur'an.Ada dua sikap manusia dalam menerima
Al-Qur'an, yaitu golongan yang menerima dan beriman kepada Al-Qur'an serta
golongan yang tidak mau menerima dan tidak beriman kepada Al-Qur'an.
Dalam
hidupnya, manusia oleh Allah SWT diberi kebebasan dalam berfikir, bersikap, dan
bertindak, tetapi Allah SWT juga memberitahu kepada manusia bahwa semua yang
mereka perbuat akan ada balasannya. Bagi manusia yang berbuat baik akan
mendapat balasan yang baik, sedangkan yang berbuat jahat akan mendapatkan
balasannya pula. Allaf SWT berfirman:
Artinya :
Barangsiapa
yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat
(balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun,
niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. (Q.S. Al-Zalzalah : 7-8)
Dari
sebagian manusia ada orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah SWT sehingga
mereka beriman kepada kebenaran Al-Qur’an, tetapi di antara manusia ada pula
yang tidak beriman terhadap kebenaran isi yang terdapat dalam Al-Quran sehingga
mereka tidak mempunyai rasa bersalah dan berdosa dalam melakukan kerusakan di
dunia ini.Bagi orang yang mendapatkan hidayah (petunjuk) dari Allah SWT untuk
menerima kebenaran dan ajaran yang terdapat di dalam Al-Qur’an itu sungguh
merupakan suatu anugerah yang ternilai harganya, sebab tidak semua orang
mendapatkan hidayah tersebut. Allah SWT berfirman :
Artinya :
Sesungguhnya
kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi
Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui
orang-orang yang mau menerima petunjuk. (Q.S. Al-Qashash/28 : 56).
3. Q.S. AlMaidah : 32
Dalam
ayat ini Allah menegaskan larangan-Nya terhadap berbagai tindakan kekerasan
seperti pemerasan, pemaksaan, tawuran, pertengkaran, perkelahian dan lain-lain,
yang bisa berakibat kepada pembunuhan.
Meskipun
dalam ayat ini disebutkan bahwa larangan membunuh tersebut ditujukan kepada
Bani Israil, tetapi pada hakikatnya larangan ini berlaku untuk seluruh manusia
di dunia. Segala tindakan yang dapat menghilangkan nyawa orang lain sangat
berat dosanya di sisi Allah Swt. Bahkan ditegaskan bahwa membunuh seseorang
adalah seperti membunuh semua manusia. Sebaliknya, pahala memelihara kehidupan
seseorang seperti pahala memelihara kehidupan semua manusia.
Ketahuilah
bahwa orang yang mati karena dibunuh oleh seseorang tanpa ada alasan yang
dibenarkan oleh agama (bighoiri haqq, seperti perang jihad, melaksanakan
hukuman, dll), maka kelak di akhirat tangan kanannya memegang kepalanya sendiri
dengan urat leher mengeluarkan darah. Sedangkan tangan kirinya menyeret orang
yang membunuhnya untuk dihadapkan kepada Allah Swt. Orang yang dibunuh ini
kemudian berkata, “Wahai Tuhanku, orang inilah yang telah membunuhku”, lalu
Allah berfirman kepada pembunuh itu, “Celakalah engkau!” lalu pembunuh itu
diseret ke neraka. Sungguh kita berlindung kepada Allah agar dijauhkan dari
perbuatan keji ini.
Rasulullah saw.bersabda
|
عَنْ عَبْدِاللّٰهِ قَالَ قَالَ
رَسُوْلُ اللّٰهِ ص.م. لَايَحِلُّ دَمُ امْرِىءٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُاَنْ
لَااِلٰهَا اِلَّااللّٰهُ وَاءَنِّيْ
رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَّابِاِحْدَى ثَلَاثٍ النَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالثَّىِّبُ
وَالْمُفَارِقُ لِدِيْنِهِ اَلتَّرِكُ لِلْجَمَاعَةِ (روه البخارى ومسلم )
|
:
Artinya
: Dari Abdillah (bin Mas`ud) ia berkata , bersabda rasulullahi saw tidak hala
darah seorang Muslim “Tiada Tuhan kecuali Allah dan bahwa aku adalah utusan
Allah” kecuali dengan satu dari tiga (perkara) (1) satu jiwa (halal di bunuh) dengan sebab (membunuh )
jiwa yang lain (2) Orang yang sudah menikah yang berzina (3) orang yang keluar
dari Agamanya (Islam) dan meninggalkan jama`ah (Muslimin) ( H.R Bukhari Muslim
).
Dalam
hadits lain dari Al Bara bin Azib, yang artinya : sesungguhnya Rasulullah saw.
pernah bersabda: “Kehancuran dunia (nilainya) lebih ringan di sisi Allah dari
pada seseorang membunuh seorang mukmin tanpa hak.” (H.R. Ibnu Majah)
Bagaimana
resiko dan dampak negative bagi orang yang dengan sengaja terlibat ikut
tawuran, perkelahian massal, saling membunuh, carok, dan sejenisnya?. Dalam hal
ini, Rasulullah bersabda:
|
عَنْ اَبِى بَكْرَةٌ قَالَ
قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ ص.م. اِذَاالتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفِهِمَا
فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُوْلُ فِى النَّارِ
|
Dari Abi bakrah berkata, bersabda rasulullah saw jika ada
dua orang muslim berhadapan dengan membawa pedang masing-masing ( mau saling
membunuh) maka yang membunuh dan yang di bunuh sama-sama masuk neraka....( H.R
Mutafaqun `alaihi )
عَنْ
أَبِيْ بَكْرَةَنُفَيْعِ بْنِ الْحَارِثِ الثَّقَفِيرَضِيَاللَّهُعَنْهُ, أَنَّ رَسُوْلَ
اللَّهِ قَالَ : إِذَاالْتَقَى المُسْلِمَانِ بِسَيْفِهِمَا, فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُوْلُ
فِى النَّارِ,قُلْتُ : يَارَسُوْلَ اللَّهِ, هَذَاالْقَاتِلُ, فَمَأبَالُ الْمَقْتُوْلِ؟إِنَّهُ
كَانَ حَرِيْصًاعَلَى قَتْلِ (صَاحِبِهِ . (متّفقعليه)
Artinya:
“Dari Abi Bakrah, Nufai’ bin al-Harits r.a., bahwa Nabi SAW bersabda : Apabila
ada dua orang muslim bertemu dengan memanggul pedangnya, maka pembunuh dan yang
terbunuh sama-sama masuk neraka. Saya bertanya: Wahai Rasulullah, kalau ini
pembunuh, lalu bagaimana yang yang terbunuh?. Beliau menjawab: sesungguhnya
yang terbunuh pun juga ingin membunuh temannya”. (HR Muttafaq ‘alaih,
Bukhari-Muslim).
Jadi,
sekarang kalian menjadi semakin tahu dan jelas mengenai hukum dan ketentuan
bagi siapa saja yang terlibat dalam pertikaian, pertengkaran, perkelahian,
tawuran, dan sejenisnya.Semua ini dilarang keras dan pertanggungjawabannya
sangat berat baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, mereka tentu akan
berurusan dengan pihak yang berwajib. Sedangkan di akhirat, ancaman hukumannya
juga sangat berat.
Perlu
disadari, mereka yang terlibat dalam pertikaian, pertengkaran, perkelahian,
tawuran, dan sejenisnya pada umumnya hanya dipicu oleh permasalahan yang sepele
seperti saling mengejek atau karena cemburu.Sungguh sayang jika masalah yang
sepele itu berujung pada pertikaian yang nantinya ada yang cidera, dirawat di
rumah sakit, bahkan sampai ada yang meninggal dunia.Untuk itu jauhilah
perbuatan keji ini mulai dari diri kita masing-masing dan mulai dari sekarang.
Selain itu kita dapat mengambil hikmah, bahwa hukum qishas sebenarnya bukan
hanya untuk orang-orang yang membunuh atau menghilangkan nyawa orang lain saja,
akan tetapi seharusnya hukum qishas juga dapat dilakukan bagi orang-orang yang
membuat kerusakan ekosistem/lingkungan Apabila kita melakukan perbuatan sekecil
apapun dengan tujuan menjaga lingkungan seperti tidak membuang sampah secara
sembarangan Allah mengibaratkan orang-orang tersebut sebagai orang-orang yang
menjaga keselamatan atau bahkan nyawa manusia seluruhnnya di muka bumi ini.
Bisa
disimpulkan bahwa kandungan dari surah ini yakni :
a. Nasib manusia sepanjang sejarah memiliki
kaitan dengan orang lain. Sejarah kemanusiaan merupakan mata rantai yang saling berhubungan. Karena itu,
terputusnya sebuah mata rantai
akan mengakibatkan musnahnya sejumlah besar umat manusia.
b. Nilai suatu pekerjaan berkaitan dengan tujuan
mereka. Pembunuhan seorang manusia dengan maksud jahat, merupakan pemusnahan
sebuah masyarakat, tetapi eksekusi terhadap seorang pembunuh dalam rangka
qishash merupakan sumber kehidupan masyarakat.
c. Mereka
yang memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan penyelamatan jiwa manusia,
seperti para dokter dan perawat, harus mengerti nilai pekerjaan mereka.
Menyembuhkan atau menyelamatkan orang yang sakit dari kematian, bagaikan
menyelamatkan sebuah masyarakat dari kehancuran.
C. Penampilan Perilaku
Sesuai Q.S. Yunus : 40-41, Q.S. Al
Maidah : 32
Setiap muslim berkewajiban menjalankan perintah agama dengan
sebaik-baiknya dan mencari ridha Allah SWT. Al-Qur'an hendaklah dijadikan
sebagai pedoman hidup bagi orang-orang yang bertaqwa. Sebagai orang muslim
setiap ucapan dan perilaku diusahakan sesuai dengan Al-Qur'an. Berikut adalah
contoh perwujudan pengamalan Q.S. Yunus : 40-41 dan QS Al Maidah : 32 , dalam kehidupan sehari-hari, adalah :
1)
Perilaku Sesuai Q.S.
Yunus : 40-41
a.
Bersikap bijak dan
berjiwa besar dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi.
b.
Mempunyai sikap
toleransi yang tinggi terhadap semua orang termasuk orang-orang yang tidak
beriman kepada kebenaran al-Quran.
2)
Perilaku Sesuai Q.S. Al
Maidah : 32
Tugas kita
bersama selaku muslim yang baik adalah menjaga ketenteraman hidup dengan cara
mencintai tetangga, orang-orang yang berada di sekitar kita. Artinya, kita
dilarang melakukan perilaku-perilaku yang dapat merugikan orang lain, termasuk
menyakitinya dan melakukan tindakan kekerasan kepadanya.Di Indonesia ada hukum
yang mengatur pelarangan melakukan tindak kekerasan, termasuk kekerasan kepada
anak dan anggota keluarga, misalnya UU No. 23 Tahun 2002 dan UU No. 23 Tahun
2004.
D. Hadits Terkait
Hadits yang Berkaitan dengan QS Yunus
ayat 40-41
Dalam hadis Rasulullah
saw. ternyata cukup banyak ditemukan hadis-hadis yang memberikan perhatian
secara verbal tentang toleransi sebagai karakter ajaran inti Islam. Hal ini tentu menjadi pendorong yang kuat
untuk menelusuri ajaran toleransi dalam Alquran, sebab apa yang disampaikan
dalam hadis merupakan manifestasi dari apa yang disampaikan dalam Alquran.
Di dalam salah satu
hadis Rasulullah saw., beliau bersabda :
حَدَّثَنِاعبداللهحدثنىأبىحدثنىيَزِيدُقَالَأنامُحَمَّدُبْنُإِسْحَاقَعَنْدَاوُدَبْنِالْحُصَيْنِعَنْعِكْرِمَةَعَنِابْنِعَبَّاسٍقَالَقِيلَلِرَسُولِاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَأَيُّاْلأَدْيَانِأَحَبُّإِلَىاللَّهِقَالَالْحَنِيفِيَّةُالسَّمْحَةُ.
[Telah menceritakan
kepada kami Abdillah, telah menceritakan kepada saya Abi telah menceritakan
kepada saya Yazid berkata; telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq
dari Dawud bin Al Hushain dari Ikrimah dari Ibnu 'Abbas, ia berkata; Ditanyakan
kepada Rasulullah saw. "Agama manakah yang paling dicintai oleh
Allah?" maka beliau bersabda: "Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi
toleran)]"
Ibn Hajar al-Asqalany
ketika menjelaskan hadis ini, beliau berkata: “Hadis ini di riwayatkan oleh
Al-Bukhari pada kitab Iman, Bab Agama itu Mudah” di dalam sahihnya secara
mu'allaq dengan tidak menyebutkan sanadnya karena tidak termasuk dalam kategori
syarat-syarat hadis sahih menurut Imam al-Bukhari, akan tetapi beliau
menyebutkan sanadnya secara lengkap dalam al-Adâb al-Mufrad yang diriwayatkan dari sahabat Abdullah ibn
‘Abbas dengan sanad yang hasan. Sementara Syekh Nasiruddin al-Albani mengatakan
bahwa hadis ini adalah hadis yang kedudukannya adalah hasan lighairih.”
Berdasarkan hadis di
atas dapat dikatakan bahwa Islam adalah agama yang toleran dalam berbagai
aspeknya, baik dari aspek akidah maupun syariah, akan tetapi toleransi dalam Islam
lebih dititikberatkan pada wilayah mua’malah. Rasulullah saw. bersabda :
حَدَّثَنَاعَلِيُّبْنُعَيَّاشٍحَدَّثَنَاأَبُوغَسَّانَمُحَمَّدُبْنُمُطَرِّفٍقَالَحَدَّثَنِيمُحَمَّدُبْنُالْمُنْكَدِرِعَنْجَابِرِبْنِعَبْدِاللَّهِرَضِيَاللَّهُعَنْهُمَاأَنَّرَسُولَاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَقَالَرَحِمَاللَّهُرَجُلًاسَمْحًاإِذَابَاعَوَإِذَااشْتَرَىوَإِذَااقْتَضَى.
[Telah menceritakan
kepada kami 'Ali bin 'Ayyasy telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan
Muhammad bin Mutarrif berkata, telah menceritakan kepada saya Muhammad bin
al-Munkadir dari Jabir bin 'Abdullah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Allah merahmati orang yang memudahkan ketika menjual dan ketika
membeli, dan ketika memutuskan
perkara"].
Hadits yang Berkaitan dengan QS Al
Maidah ayat 32
Rasulullah SAW tidak
main-main ketika melarang sesama umat Islam saling berbunuhan. Kalau sampai ada
perang dan saling berbunuhan antara dua pihak, padahal keduanya sama-sama
mengaku muslim, maka ancamannya tidak tanggung-tanggung, yaitu kedua belah pihak
diancam akan sama-sama masuk neraka.
Rasulullah SAW bersabda :
إذاالتقىالمسلمانبسيفيهمافالقاتلوالمقتولفيالنار . قلت : يارسولالله،هذاالقاتلفمابالالمقتولقال : إنهكانحريصاًعلىقتلصاحبه
Dari Abu Bakrah Nafiq bin Al-Harits, dia
berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Bila dua pihak muslim bertemu
(saling berbunuhan) dengan pedang mereka, maka yang membunuh dan yang dibunuh
masuk neraka. Aku bertanya,"Ya Rasulullah SAW, wajar masuk neraka bagi
yang membunuh, tetapi bagaimana dengan yang dibunuh?".Beliau SAW
menjawab,"Yang dibunuh masuk neraka juga, karena dia pun berkeinginan
untuk membunuh lawannya". (HR. Bukhari dan Muslim)
Pihak yang terbunuh
ikut masuk neraka juga, karena biar bagaimana pun dia ikut terjun ke medan
perang yang haram. Sebuah medan perang yang melibatkan kedua belah pihak yang
sama-sama muslim adalah medan perang yang harus dijauhi dan tegas diharamkan
untuk ikut terlibat di dalamnya.
Maka sikap nekat dan
ikut-ikutan membela salah satu pihak, lalu ikut saling berbunuhan juga, bukanlah
termasuk jihad membela agama Allah.Perbuatan itu termasuk menginjak-injak
larangan Rasulullah SAW, dan pantas bila yang membunuh dan yang terbunuh
sama-sama masuk neraka.
Dosanya jelas, karena
yang terbunuh berniat untuk membunuh saudaranya. Seandainya dia tidak terbunuh,
dia pun pasti akan membunuh juga.
TUGAS PROYEK
Carilah
2 (dua) atau 3 (tiga) artikel tentang kegiatan yang menunjukkan adanya
toleransi antar umat beragama.
Bagaimanakah sikap kamu terhadap artikel yang kamu dapatkan tersebut!
Tuliskan jawabanmu pada buku tugasmu!
KERJAKAN ..!
PENILAIAN KOMPETENSI
A. Berilah tanda silang (x) pada
huruf a, b, c, d atau e untuk jawaban yang benar!
1.
Membaca Al-Qur’an
sesuai dengan kaidah ilmu tajwid hukumya ….
a. fardlu ‘ain d. mubah
b. fardlu kifayah e. sunat
c. haram
2.
Seorang yang hendak
membaca Al-Qur’an, disunatkan membaca ….
a. ta’awudz d. basmalah
b. tahlil e. haulaqah
c. tahmid
3.
Toleransi berasal dari
bahasa … .
a. Yunani d. Inggris
b. Melayu e. Indonesia
c. Belanda
4. Berikut ini adalah
arti toleransi menurut bahasa, kecuali ….
a. bersikap kasar d. membiarkan
b. tenggang rasa e. memberi
kebebasan
c. menghargai
5. Huruf hijaiyah dibawah ini yang termasuk huruf idzhar
halqi adalah … .
a. و ز س ش م d. غ
ك ض ط ب
b. ا
ه ح خ ع غ e. ت
ط ب ز م
c. ب ج ط د ق
6. Kata berikut ini yang mengandung bacaan "Ikhfa'
Haqiqi" adalah … .
a.عَلَقَةٌ d. نُسَبِّحُ
b. وَاْلاِنْسَ e. خَلَقْتُ
c.
7.
Hukum bacaan “Ikhfa’
Haqiqi” pada Surah Al-Kafirun berjumlah …. lafal.
a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3
8.
Apabila ada nun sukun
( نْ
) bertemu dengan huruf kha’
( خ )
maka hukum bacannya disebut …
a. Idzhar Halqi d. Ikhfa’ Haqiqi
b. Idgham Bigunnah e. Idgham Bilagunnah
c. Idzhar Halqi
9. Lafal ayat terdapat
dalam Surah … Ayat 40.
a. Al-Baqarah d. Ar-Rahman
b. Al-A'raf e. Yunus
c. Al-Kahfi
10.Surah Yunus Ayat 40-41 adalah Surah yang menjelaskan tentang … .
a. bersedekah d. toleransi
b. bersikap jujur e. shalat
c. puasa
11.Lafal kata yang berarti orang-orang yang berbuat
kerusakan adalah ... .
d.
.
e.
12.Berikut ini contoh-contoh hukum bacaan ikhfa’ haqiqi, kecuali
… .
a. وَإِنْ كَذَّبُوكَ d. مِنْ
بَعْد
b. أَنْتُمْ e. اِنْ
كُنْتُمْ
c. مِنْ قَبْلِكُمْ
13.Allah SWT menciptakan manusia bersuku-suku dan
berbangsa-bangsa supaya saling … .
a. tolong-menolong d. belajar memehami
perbedaan
b. menguasai e. kenal
mengenal
c. berlomba dalam kebaikan
14.Dalam
kehidupan sehari-hari kita dianjurkan bersikap
toleransi terhadap pemeluk agama lain, tetapi kita dilarang bertoleransi dalam
hal … .
a. bekerja d. bermain
b. aqidah dan ibadah e.bermasyarakat
c.belajar
15.Ketika ada orang yang mengajak kita untuk meninggalkan
keyakinan yang kita anut, maka sikap pertama yang harus kita adalah … .
a. memukulnya d. menolaknya dengan kata yang halus
b. membunuhnya e. mengikutinya dengan tidak sepenuh hati
c. mengjak berdebat
16.Umat Islam
tidak membolehkan toleransi dalam hal aqidah maksudnya … .
a. mengikuti aqidah orang lain d. menjenguk teman beda agama yang sakit
b. kerja bakti membangun masjid e. mengajak bermain teman beda agama
c. makan dirumah teman yang beda agama
17.Orang Islam
dari Mekkah yang berhijrah ke Madinah pada masa Rasulullah disebut … .
a. muhajirin d. anshar
b. kaum quraisy e. khajrat
c. jihad
18.Negara
menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing
dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Hal tersebut dinyatakan dalam
UUD 1945 pasal … .
a. 6 d. 17
b. 23 e. 28
c. 29
19.Konsep hidup
berdampingan dan tidak saling bermusuhan sesuai dengan firman Allah dalam Surah
…. .
a. al-Kafirun : 1-6 d. al-Alaq : 1-5
b. al-Kautsar : 1-3 e. al-Maidah : 3
c. an-Nisak : 25
20.Sikap kita
dalam menghadapi perbedaan pendapat adalah … .
a. mempertajam permasalahan d. mencaci maki
b. menghormati perbedaan e. menyalahkan
orang lain
c. masa bodoh
KERJAKAN ..!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar